Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
None (SMLE.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 20
Sentimen Investing.com
Skor: 10
Kinerja Tahun Lalu
Status: Outperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 195
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 185
Vs Indeks: Underperform
1 Tahun
Target: 280
Vs Indeks: In-line
Berita Terbaru
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mencatat kerugian bersih pada kuartal III 2025, turun signifikan dari laba tahun sebelumnya. Manajemen mengakui penurunan ini disebabkan oleh kekalahan tender di sejumlah produk, namun optimis dapat memulihkan kinerja pada kuartal IV 2025 dan menargetkan pertumbuhan bertahap di tahun 2026 melalui efisiensi operasional dan fokus pada tender baru serta ekspansi ekspor. Berita ini berpotensi memberikan sentimen negatif jangka pendek namun prospek pemulihan jangka menengah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham SMLE karena peningkatan harga yang tidak biasa. Meskipun UMA tidak selalu menunjukkan pelanggaran, hal ini mengindikasikan bahwa BEI sedang mencermati pola transaksi saham tersebut. Status UMA dapat menimbulkan ketidakpastian dan sentimen hati-hati dari investor, yang berpotensi menekan harga saham dalam jangka pendek.
SMLE mendapatkan persetujuan investor untuk mengubah alokasi dana IPO. Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk pembelian lahan dan pembangunan gudang, serta pengembangan lab penelitian & pengembangan, dengan sisa dana untuk modal kerja. Perubahan ini menunjukkan penyesuaian strategi perusahaan setelah IPO pada Januari 2024. Meskipun dapat dianggap positif untuk efisiensi jangka panjang, perubahan alokasi dana bisa menimbulkan pertanyaan tentang perencanaan awal dan dampaknya terhadap operasional di mata investor.
Laporan keuangan kuartal III 2025 SMLE menunjukkan kinerja yang bearish. Hal ini diperkuat oleh analisis dari Indo Premier Sekuritas yang mengindikasikan pandangan negatif terhadap performa keuangan perusahaan. Berita ini berpotensi memberikan tekanan jual pada saham SMLE karena kekhawatiran terhadap profitabilitas.
Rumor
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) pada saham SMLE karena terjadi peningkatan harga yang tidak biasa. Meskipun bukan rumor dalam artian spekulasi, status UMA ini seringkali memicu spekulasi dan diskusi di media sosial mengenai alasan di balik fluktuasi harga yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas lebih lanjut dan sentimen hati-hati di kalangan investor ritel.
Ada rumor bahwa Sinergi Multi (SMLE) akan menambah fokus bisnis ke perdagangan bahan baku obat. Diversifikasi ini berpotensi meningkatkan nilai saham SMLE ke depan, namun masih dalam tahap spekulasi. Jika terealisasi, ini bisa menjadi katalis positif jangka panjang bagi perusahaan.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
3.0/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang dia pahami, memiliki keunggulan kompetitif yang jelas (moat), manajemen yang berkualitas, rekam jejak profitabilitas yang konsisten, dan diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Untuk SMLE, meskipun bisnis bahan kimia khusus dapat dipahami, perusahaan saat ini mencatat rugi bersih pada kuartal III 2025, memiliki rasio Price to Book Value (PBV) yang overvalued (2,50x), dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang relatif tinggi (1,62x). Meskipun Altman Z-Score menunjukkan risiko kebangkrutan rendah, indikator profitabilitas yang negatif dan valuasi yang tinggi saat ini tidak sejalan dengan prinsip 'membeli bisnis bagus dengan harga wajar' ala Buffett. Selain itu, belum ada 'moat' yang sangat kuat atau keunggulan kompetitif yang unik yang secara eksplisit disebutkan yang akan menarik seorang investor nilai seperti Buffett. Oleh karena itu, Buffett kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham ini pada kondisi saat ini.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Prospek satu tahun SMLE menunjukkan potensi pemulihan moderat, meskipun dengan risiko tinggi. Manajemen menargetkan pemulihan bertahap pada tahun 2026 melalui efisiensi operasional, fokus pada tender baru, dan ekspansi ekspor. Jika strategi ini berhasil, ada potensi kenaikan harga saham dari level saat ini. Beberapa sumber menunjukkan 'fair value' yang lebih tinggi daripada harga saat ini, mengindikasikan potensi upside jika fundamental membaik. Namun, karena kinerja keuangan 2025 yang melemah, investor akan menuntut bukti pemulihan konkret. Oleh karena itu, kinerja SMLE diperkirakan akan sejalan dengan indeks, bergantung pada realisasi perbaikan fundamental.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.