ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 286
Target 1 Minggu: Rp 275
Target 1 Bulan: Rp 300
Target 1 Tahun: Rp 350
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS.JK) adalah perusahaan manajemen rantai pasok yang bergerak dalam perdagangan peralatan dan mesin telekomunikasi, layanan digital, dan logistik, termasuk layanan drop point SiCepat Ekspres melalui Fastpoint, serta aplikasi HRIS. Secara finansial, TFAS membukukan rugi bersih sebesar Rp9,5 miliar pada tahun 2024, mengalami penurunan signifikan dibandingkan laba pada tahun 2023. Pada tahun 2022, laba bersih juga menurun menjadi Rp1,2 miliar dari Rp26,6 miliar di tahun 2021. Rasio P/E sangat tinggi atau negatif, menunjukkan ketidakuntungan, dan Return on Equity (ROE) juga negatif. Namun, rasio utang terhadap ekuitas (Debt/Equity) tergolong rendah di 0,33, yang menunjukkan struktur modal yang sehat. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini sekitar Rp497,05 miliar. Meskipun ada kerugian baru-baru ini, perusahaan bergerak di sektor yang memiliki potensi pertumbuhan di ekonomi digital Indonesia.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 60

Meskipun tidak ada sentimen Stockbit spesifik yang ditemukan secara langsung dalam pencarian, namun mengingat volatilitas harga dan pengumuman UMA, kemungkinan besar diskusi di Stockbit bersifat campuran. Beberapa investor mungkin bullish karena kenaikan harga yang signifikan di masa lalu, sementara yang lain mungkin berhati-hati karena UMA dan kinerja keuangan yang merugi. Sentimen terhadap pelepasan saham buyback juga bisa beragam, tergantung pada interpretasi dampaknya terhadap fundamental perusahaan.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Analisis teknikal dari Investing.com menunjukkan sentimen 'Sangat Jual' atau 'Jual' untuk TFAS berdasarkan beberapa indikator seperti rata-rata bergerak 5 dan 10 hari, serta indikator lainnya. Meskipun ada beberapa sinyal 'Beli' pada MA yang lebih panjang, secara keseluruhan indikator teknikal mengarah ke prospek bearish dalam jangka pendek. Sentimen anggota juga cenderung bearish.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham TFAS meningkat sebesar 155.36% (dari Rp112 menjadi Rp286). Ini jauh melampaui kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang hanya naik sebesar 21.42% (dari 7096.44 menjadi 8616.38) dalam periode yang sama. Kinerja luar biasa TFAS sebagian besar didorong oleh kenaikan harga yang signifikan, yang bahkan memicu pengumuman 'Unusual Market Activity' (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia pada Oktober 2025. Kenaikan harga ini kemungkinan didorong oleh spekulasi pasar, meskipun perusahaan melaporkan kerugian bersih pada tahun 2024. Selain itu, tindakan korporasi seperti penjualan saham hasil buyback pada November 2025, yang telah direncanakan sejak Oktober 2025, juga menjadi perhatian investor. Meskipun ada volatilitas transaksi pada Mei 2025, konfirmasi dari pemegang saham utama MCAS bahwa tidak ada rencana penjualan saham besar-besaran mungkin telah memberikan dukungan. Secara keseluruhan, kinerja saham didorong oleh minat spekulatif dan aktivitas korporasi, bukan semata-mata oleh fundamental yang kuat.

Outlook

1 Minggu

Target: 275

Vs Indeks: Underperform

Mengingat harga penutupan terakhir di Rp288 dan sentimen teknikal 'Sangat Jual' dari Investing.com, saham TFAS kemungkinan akan menghadapi tekanan jual atau konsolidasi dalam seminggu ke depan. Penjualan saham hasil buyback yang sedang berlangsung juga dapat menambah tekanan pada harga saham. Investor mungkin mengambil untung setelah kenaikan signifikan.

1 Bulan

Target: 300

Vs Indeks: In-line

Dalam satu bulan ke depan, harga saham mungkin akan stabil setelah tekanan jual jangka pendek. Kisaran harga Rp245-Rp248 dari penjualan saham buyback baru-baru ini bisa menjadi level dukungan. Namun, tanpa katalis positif yang kuat, dan dengan fundamental yang masih merugi, sulit untuk melihat kenaikan signifikan. Kinerja akan cenderung sejalan dengan pergerakan indeks secara keseluruhan, menunggu kejelasan lebih lanjut dari laporan keuangan atau strategi perusahaan.

1 Tahun

Target: 350

Vs Indeks: Outperform

Dalam jangka panjang satu tahun, potensi pertumbuhan TFAS terletak pada sektor digital dan logistik yang terus berkembang di Indonesia. Meskipun saat ini masih mencatat kerugian, fokus perusahaan pada layanan digital dan pengembangan Fastpoint dapat menghasilkan pendapatan di masa depan. Manajemen saham buyback yang tersisa juga bisa menjadi sumber pendanaan. Jika perusahaan berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan dan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, didukung oleh kepemilikan mayoritas oleh MCAS dan DIVA di ekosistem digital, saham memiliki potensi untuk melampaui kinerja indeks. Namun, ini sangat bergantung pada eksekusi strategi dan perbaikan fundamental.

Berita Terbaru

Telefast Indonesia (TFAS) Alihkan 603 Ribu Saham Buyback, Pengendali Tetap Genggam Porsi Besar (11 November 2025)

PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) telah mengalihkan 603.100 saham hasil buyback pada 10 November 2025, dengan total dana Rp147,23 juta. Sebelumnya, pada 6 November 2025, TFAS juga mengalihkan 203.100 saham buyback dengan rata-rata harga Rp245. Sisa saham buyback yang belum dialihkan sebanyak 9.246.500 saham. Transaksi ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mengelola saham treasuri dan bisa berdampak pada likuiditas saham di pasar.

TFAS Lepas Saham Hasil Buyback via Panca Global di Harga Pasar (10 November 2025)

TFAS melaporkan penjualan 203.100 lembar saham hasil buyback melalui PT Panca Global pada 6 November 2025, dengan harga rata-rata Rp245 per saham, menghasilkan dana sekitar Rp49,23 juta. Ini merupakan bagian dari upaya TFAS untuk melepaskan saham treasuri sesuai peraturan.

Tunjuk Panca Global, Telefast (TFAS) Bakal Lego Saham 9,8 Juta Saham Treasuri (22 Oktober 2025)

TFAS berencana melepas seluruh 9,85 juta saham hasil buyback atau saham treasuri melalui PT Panca Global Sekuritas. Proses penjualan dijadwalkan berlangsung dari 29 Oktober hingga 31 Desember 2025, untuk memenuhi kewajiban OJK terkait pengalihan saham hasil buyback.

Rumor

Unusual Market Activity (UMA) pada Saham TFAS (2 Oktober 2025)

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan pengumuman UMA terkait peningkatan harga saham TFAS yang di luar kebiasaan. BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan menghimbau investor untuk memperhatikan kinerja perusahaan dan informasi publik. Hal ini bisa mengindikasikan adanya spekulasi pasar atau rumor yang mendorong kenaikan harga.

Ada Volatilitas Transaksi TFAS, MCAS Tak Berencana Apapun (16 Mei 2025)

Manajemen TFAS mengonfirmasi bahwa pemegang saham utama, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dengan kepemilikan 41,95%, tidak memiliki rencana apa pun terkait kepemilikan sahamnya dalam waktu dekat, menanggapi volatilitas transaksi pada saham perseroan. Ini meredakan spekulasi tentang potensi perubahan kepemilikan yang bisa memengaruhi harga saham.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 286
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Campuran 60 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, keuntungan yang konsisten, neraca yang sehat, model bisnis yang mudah dipahami, dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), semuanya pada harga yang wajar. TFAS saat ini menunjukkan kerugian bersih dan Return on Equity negatif, yang tidak memenuhi kriteria profitabilitas dan konsistensi Buffett. Meskipun Debt/Equity rendah, bisnis di sektor digital dan logistik yang sangat kompetitif mungkin tidak menawarkan 'moat' yang jelas seperti yang dicari Buffett. Harga saham juga telah mengalami volatilitas tinggi dan kenaikan signifikan yang didorong oleh spekulasi (UMA), bukan fundamental yang stabil. Oleh karena itu, Warren Buffett kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham ini karena tidak memenuhi kriteria investasi nilai jangka panjangnya.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 275
Kinerja vs Indeks
Underperform
Target 1 Bulan
Rp. 300
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 350
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam jangka panjang satu tahun, potensi pertumbuhan TFAS terletak pada sektor digital dan logistik yang terus berkembang di Indonesia. Meskipun saat ini masih mencatat kerugian, fokus perusahaan pada layanan digital dan pengembangan Fastpoint dapat menghasilkan pendapatan di masa depan. Manajemen saham buyback yang tersisa juga bisa menjadi sumber pendanaan. Jika perusahaan berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan dan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, didukung oleh kepemilikan mayoritas oleh MCAS dan DIVA di ekosistem digital, saham memiliki potensi untuk melampaui kinerja indeks. Namun, ini sangat bergantung pada eksekusi strategi dan perbaikan fundamental.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.